Jumat, 29 Maret 2013


FREE DOWNLOAD MP3 HOMICIDE













 






        
         

SEJARAH SINGKAT HOMICIDE

Homicide Pre-'Godzkilla'

Homicide berdiri pada tahun 1994 dan saat itu hiphop lokal masih dalam proses penemuan bentuknya. Skena hiphop di Indonesia masih dalam proses pembentukannya. Bibit-bibitnya sudah hadir saat Iwa-K merilis album pertama dan diikuti oleh proyek-proyek kompilasi Musica yang menampilkan grup-grup hip-hop lokal dengan macam-macam variannya. Homicide pula besar di era itu. Hanya saja latar belakang mereka sama sekali bukan skena hip-hop melainkan skena independen Bandung yang dipadati oleh band-band punk, hardcore dan metal. Mereka hilir mudik di skena underground Bandung sejak penampilan mereka di ajang Hullabaloo legendaris yang saya saksikan semasa masih berseragam SMA di sekitar tahun 1994. Mulai terdengar gaungnya setelah kemunculan mereka pada lagu "United Fist" di album kedua milik Puppen, band hardcore Bandung yang cukup populer di kalangan bawah tanah nasional saat itu. Semakin kencang setelah lagu pertama mereka "State of Hate" hadir di kompilasi band-band Bandung, "Brain Beverages" di sekitar tahun 1998/99 yang didistribusikan cukup luas untuk ukuran album independen. Homicide tampil cukup mencolok sebagai satu-satunya grup hip-hop diantara grup-grup punk, hardcore dan metal di album kumpulan itu.

Di luar dua lagu tadi, agak sulit menemukan jejak mereka kecuali di beberapa lagu milik band Bandung lainnya di mana mereka atau salah satu dari mereka memberi kontribusi rima. Materi-materi single mereka saat itu kebanyakan ditulis dalam Bahasa Inggris, jadi meski bagus agak sulit untuk menilai kontribusi mereka sebagai bagian dari terobosan hip-hop tanah air. Hingga akhirnya pada tahun 2002 mereka membuat sebuah album pembuktian nama mereka yang bertahun-tahun ditunggu.

Anak Haram Hip-Hop Lokal

Pada dasarnya album ini tak cukup dibilang sebagai album karena memang hanya terdiri dari satu Intro dan lima lagu, tapi banyak yang menilai album ini sebagai rilisan penting yang patut dicatat. Diedarkan secara terbatas, 'Godzkilla' ini banyak dikenal orang sebagai bagian dari split album dengan band saudara mereka Balcony berjudul Hymne Penghitam Langit dan Prosa Tanpa Tuhan lebih dikarenakan jumlah dan jangkauan distribusi album split itu lebih luas.

Berbeda dengan hip-hop lokal saat itu yang identik dengan musik yang dibuat oleh Guest Studio dan rilisan musik rap kubu Musica, Godzkilla yang diproduseri penuh oleh Morgue Vanguard jauh meninggalkan stereotipikal hip-hop lokal era 1990-an. Mengakar langsung pada hip-hop Pantai Timur Amerika, album ini bisa dianggap sebagai anak haram yang tak punya orang tua, dan terdengar melampaui zamannya. Dibangun dengan metoda sampling (mengambil elemen rekaman lain dan merekonstruksi ulang dalam komposisi hip-hop) Morgue Vanguard (yang lebih dikenal dengan nama Ucok Homicide) mencomot sample dengan telaten dari katalog musik yang ia konsumsi; hardcore hiphop, funk, jazz bahkan metal, punk dan musik-musik eksperimental. Sesuatu yang belum lazim kala itu.

Dari beat yang mengkombinasi old-school dan new-school hiphop seperti 'Boombox Monger', 'Altar Ruins' yang eksperimental, 'Puritan' dan 'Semiotika Rajatega' yang sangat 1990-an, sampai 'From Ashes Rise' yang agak bernuansa punk. Sulit untuk tidak mengatakan jika yang mereka tampilkan secara musikalitas pernah dibawakan oleh rapper-rapper lokal sebelum mereka. Termasuk dalam hal komposisi yang sama sekali keluar dari pakem hip-hop nusantara saat itu. Ketukan janggal, cara menumpuk beat dengan sembarang namun keren, komposisi tanpa chorus bahkan scratch paling brutal sampai pada era itu hanya bisa ditemukan di album ini.

Lirik Neraka

Namun tak ada yang lebih diingat orang dari album ini selain lirik mereka. Bagi saya pribadi, tak pernah sebelumnya mendengar lirik (hiphop atau bukan) yang setajam dan mengerikan sekaligus super-cerdas seperti mereka. Tak hanya frontal dan liar, Sarkasz dan Morgue Vanguard menulis lirik dengan kadar intelektual tinggi. Membukakan mata saya pada sejauh dan se-mematikan apa bahasa Indonesia bisa dipakai dalam lirik hip-hop.

Saya mendengar hip-hop sudah cukup lama, namun tak pernah sebelumnya paham benar apa kehebatan metafora dalam lirik hip-hop karena selama ini hanya hip-hop Bahasa Inggris yang saya konsumsi. Terus terang musik hip-hop lokal kala itu tak cukup menarik perhatian saya. Dampaknya biasa-biasa. Namun akhirnya saya menjadi mengerti bagaimana metafora dan majas pengandaian bekerja luar biasa dalam sebuah bahasa saat Homicide membuatnya dalam Bahasa Indonesia. Ada cerita suatu hari saya bertemu seorang teman dari Malaysia, dan ia berujar betapa cemburunya dia pada orang Indonesia yang memiliki bahasa demikian kuat karakternya dan begitu enak dibuat lirik rap setelah ia mendengar Homicide.

Dengan cara berima yang bombastis memberondong mereka otomatis terpisahkan dari semua rapper yang datang sebelumnya di mana mereka hanya nyerocos biasa-biasa saja. Saya seperti merasakan ekstasi menikmati larik-larik yang mengingatkan saya dengan puisi-puisi Afrizal Malna, yang penuh dengan nama-nama dan benda-benda namun dalam kadar yang lebih jelas, tegas dan keras. Membentang dari 'Abu Jahal' hingga 'Neoliberal'. 'Valhalla' sampai 'Tampomas'. Nyaris semua lirik mereka layak kutip, dan jika saya lakukan saya akan kehabisan jatah sekian karakter sebagai syarat tulisan ini.

Larik-larik mereka adalah sebuah ekstasi dalam pencernaan para pendengarnya. Kalimat-kalimat metafor panjang, penyusunan kalimat ber-rima yang mengagetkan, penggunaan kata-kata kasar yang efektif juga penggunaan kosakata yang tidak lazim yang memaksa saya bolak-balik buka kamus berusaha ingin memahami lirik mereka secara menyeluruh. Mereka jelas membuat cetak biru baru bagi para rapper lokal dalam hal bagaimana nge-rap brutal, keren dan intelektual. Silahkan tengok ke luar sana betapa bejibunnya rapper-rapper lokal yang terpengaruh mereka, jika tidak dari cara nge-rap, flow, penggunaan kosakata atau cara menstruktur rima. Tentu kita tak lupa juga dampak dari lirik-lirik mereka yang kontroversial itu, juga pengaruh mereka di ranah musik non-hiphop. Beberapa musisi lokal dari Arian Seringai, Cholil Efek Rumah Kaca hingga band-band metal yang mengakui kehebatan Homicide dalam meracik lirik. Bahkan tak pelak, seorang rapper yang beroposisi dengan mereka, Thufail Al Ghifari, tak bisa menghindari pengaruh mereka dari sisi teknis rap digdaya Homicide.

Dari kacamata isi lirik, Homicide menawarkan sesuatu yang baru di khazanah musik lokal. Meskipun bisa disebut Homicide berideologi kiri, mereka pada prakteknya tak sekedar membuat lagu dengan tema-tema perlawanan, namun menaikkan derajatnya dengan menyuntikkan eksistensialisme dengan dosis tinggi pada setiap rimanya. Sesuatu yang sulit ditemukan pada lirik-lirik politis lokal yang banyaknya berkiblat pada mahzab 'realisme sosialis' klasik. Ini mengingatkan kita pada kekuatan lirik politik ala punk rock yang berlawan tapi juga individualistik. Mungkin dari sini salah satu sumber anekdot kala itu yang menyebut Homicide sebagai "grup hiphop yang lebih punk dari grup punk lokal kebanyakan, grup punk yang lebih hiphop dari grup hiphop se-nusantara."

Post-'Godzkilla'

Sarkasz pasca album ini mengundurkan diri dan meninggalkan Morgue Vanguard melanjutkan Homicide untuk menghasilkan dua EP lagi. Lirik dan musik Homicide tetap terjaga meski Morgue Vanguard jalan sendirian dibantu beberapa musisi cabutan (kecuali DJ-E yang setia sampai Homicide bubar). Album ini tak hanya layak dicatat sebagai album pendobrak dalam skena hiphop lokal, tapi juga dalam sejarah musik nasional. Bagi mereka sendiri, album ini merupakan cetak biru musik dan lirik mereka yang dikemudian hari berevolusi dan mencapai puncaknya pada album Barisan Nisan, yang bisa dibilang sebagai mahakarya mereka. Jejaknya masih terasa ketika mereka merilis album terakhir mereka Illsurrekshun di mana Sarkasz sempat kembali bertamu di dua lagu saja. Dirilis tepat di bulan dan tahun mereka membubarkan diri.***











Beberapa karya Ex HOMICIDE yang tercecer dan saya pungut untuk kawan-kawan

1.Altar Ruins(HOMICIDE)
http://www.4shared.com/mp3/u5cg0LxP/HOMICIDE-ALTAR_RUINS.html

2.They School(HOMICIDE FT BALCONY)
http://www.4shared.com/mp3/ofnDGuDu/HOMICIDE_Ft_Balcony-They_Schoo.html

3.Barisan Nisan(HOMICIDE)
http://www.4shared.com/mp3/G7xr8AA7/HOMICIDE-Barisan_Nisan__Charli.html

4.Boombox Monger(HOMICIDE)
http://www.4shared.com/mp3/6gaDTuTx/HOMICIDE-Boombox_Monger.html

5.Illsurrekshun(HOMICIDE)
http://www.4shared.com/mp3/X-L-bULS/HOMICIDE-Illsurrekshun.html

6.Klandestin(HOMICIDE)
http://www.4shared.com/mp3/6NxPqAqW/HOMICIDE-Klandestin.html

7.Megatukad(HOMICIDE)
http://www.4shared.com/mp3/tFKNt9pH/HOMICIDE-Megatukad.html

8.Membaca Gejala Dari Jelaga(HOMICIDE)
http://www.4shared.com/mp3/T1xd-52R/HOMICIDE-Membaca_Gejala_Dari_J.html

9.Post Mortem(HOMICIDE)
http://www.4shared.com/mp3/3FwMnPVF/HOMICIDE-POST_MORTEM.html

10.PURITAN(HOMICIDE)
http://www.4shared.com/mp3/ILpvyxBc/HOMICIDE-PURITAN.html

11.Penjagalan((HOMICIDE)
http://www.4shared.com/mp3/pbgkxLiI/HOMICIDE-Pajagalan.html

12.Panoptikanubis(HOMICIDE)
http://www.4shared.com/mp3/4nrBd4mn/HOMICIDE-Panoptikanubis.html

13.Purgatory(HOMICIDE)
http://www.4shared.com/mp3/G3gIpLoG/HOMICIDE-Purgatory.html

14.Rima Ababil(HOMICIDE)
http://www.4shared.com/mp3/LLRpr-PW/HOMICIDE-Rima_Ababil.html

15.Siti Jenar Cyper(HOMICIDE)
http://www.4shared.com/mp3/9iU785uR/HOMICIDE-SITI_JENAR_CYPHER_DRI.html

16.Sajak Suara(HOMICIDE)
http://www.4shared.com/mp3/5tIawl2b/HOMICIDE-Sajak_Suara.html

17.Semiotika Rajatega(HOMICIDE)
http://www.4shared.com/mp3/LRMfryNq/HOMICIDE-Semiotika_Rajatega.html

18.Senja Kala Berhala(HOMICIDE)
http://www.4shared.com/mp3/uQzY4KsA/HOMICIDE-Senjakala_Berhala.html

19.State Of Hate(HOMICIDE)
http://www.4shared.com/mp3/UWIYUQY3/HOMICIDE-State_Of_Hate.html

20.Terra Angkara(HOMICIDE)
http://www.4shared.com/mp3/ugB3B0dt/HOMICIDE-TERRA_ANGKARA.html

21.Tantang Tirani(HOMICIDE)
http://www.4shared.com/mp3/0-odKXwL/HOMICIDE-TantangTirani.html

22.Mimpi Basah Pembangkangan Sipil(HOMICIDE FT EYEFEELSIX)
http://www.4shared.com/mp3/sYmWOasw/EYEFEELSIX_FT_HOMICIDE-MIMPI_B.html

23.Obituary(HOMICIDE FT EYEFEELSIX)
http://www.4shared.com/mp3/t0fNTYV3/EYEFEELSIX-Obituary__Feat_Morg.html




Interview Ucok


Ucok (Homicide) PDF  | Print |  E-mail
INTERROGATIONS & INTERVIEWS




Morgue Vanguard, M.V. atau lebih dikenal dengan Ucok. Sumpah serapah dan kegelisahannya sudah tertumpahkan pada lirik-lirknya yang menyerang neo-liberalisme, konsumerisme dan konstalasi perpolitikan internasional bersama dialektika dan analagi-analoginya yang cerdas (“Berkomposisi bak Guantanamo sekolosal mega-orkestra Steve Albini..”) bersama grup hiphopnya seminal-nya, Homicide (yang sudah bubar pada tahun 2007). Statusnya sebagai seorang yang cukup notorious, tidak hanya di skena hiphop itu sendiri, tapi di industri musik Indonesia (album Nekrophone Days masuk 150 album terbaik versi majalah Rolling Stone Indonesia). Mari kita simak interview kita dengan MC/beatmaker/lyricist yang rekor golputnya belum terpecahkan ini..

Pendapat lo tentang musik hip-hop yang hanya dianggap musik ‘digging’ yang selalu mengambil sampling-sampling dari CD/kaset/plat album-album lama? Sebenarnya permasalahannya bukan masalah diggingnya, tapi lebih ke masalah samplingnya. Ada juga DJ yang ga digging, jadi musik yang dia dapet, dia kemas ulang. Dan ada juga yang emang sengaja digging. Biasanya produser-produser yang nyari source-source musik lama itu materinya lebih bagus. Bandingin aja si Madlib ama DJ Krush, kalo DJ Krush  lebih sedapetnya, sebagian bikin, trus tambahin synth, tapi tetap sampling. Kalo Madlib dia pure, jadi dalam satu lagu itu dia bisa sampling 10 lagu orang lain. Itu kan beda. Tapi mun ceuk urang (Kalo kata Gua sih) mah hiphop itu bukan di permasalahan diggingnya, tapi lebih bagaimana buat sesuatu yg baru dari barang-barang bekas yang udah ada. Filosofinya mah sebenernya filosofi lama, postmodern lama, jadi buat sesuatu yang baru dari yang lama.

Pas jaman si Afrika Bambata sama Kurtis Blow sampling tuh masih legal banget, lu bebas mo sampling apapun… sekarang gimana sih kondisi hukumnya? Nah itu dia! Gua ga tau yah kenapa sekarang si Madlib kok bisa sample lagu-lagu lama.. Mungkin dia indie, atau juga punya duit banyak. Karena permasalahannya semenjak 1991-1992 ada undang-undang sample itu, jadi itu merubah semuanya. Contohnya coba aja Lu denger album Public Enemy sebelum ’92 dengan yang sesudah ’92. Ambil aja yang paling kaya sample itu Fear Of A Black Planet. Itu satu lagu aja bisa sampling 20 lagu anjing gandeng pisan! Brengsek tuh! Hahaha. Saking banyaknya sample gatau itu sampling dari mana?!  Pernah waktu itu Saya ulik, jadi lagunya, konon ngambil dari Prince “anjing ini Prince dimananyah?!” . mereka ngambil dari artis-artis motown tapi kok gandeng gini? Hahaha.  Nah coba Lu perhatiin ada perubahan sejak ‘92, kata Hank Shocklee (The Bomb Squad), beatmaker nya PE. Kata dia gara-gara ada UU sample dia mulai bikin musik PE kaya sekarang. Nah yang Gua heran.. Itu si Madlib ama Jay Dilla itu gimana itu anjing Hahaha! Apalagi si Madlib sampling Aretha franklin aja udah jadi masalah tuh sebenernya..

Oh iya, si Dangermouse aja kena masalah tuh yang ama Beatles dan Jay-Z ya? Makanya si Jay Dilla yang album remix Beach Boys (Beach Boys VS J DIlla: Pet Sounds In The Key Of Dee) Itu Gua curiga juga kok dia ga kena masalah ya..

Gue curiganya sih itu album bootleg. Ato unreleased Cok..
Tapi Madlib yang Shades Of Blue (sampling band-band jazz Blue Note records) gimana tuh..

Oh itu kalo gue ga salah dia emang disuruh Blue Note recordsnya nge remix lagu-lagu jazz di katalog mereka. Ohh bisa jadi ada kerjasama ama records itu, cuma yang laen-laen nya nih gue ga tau ko mereka ga kena parah juga ya, padahal si J Dilla tuh sample nya layer-layer vokal. Nah mereka tuh kan perkecualian, cuma 1-2 beatmaker yang bisa kaya gitu sekarang-sekarang.  Sisanyamah semejak ada UU sampling itu jadi makin parah anjing teh Hahaha. Album paling parah PE itu yang setengahnya live..

Wah itu butut pisan.. Iya! anjing itu butut pisan (banget) anjing hahaha! Itu live lagi, bututnya astagfirrullah.. Kok PE bisa sebutut itu! Ada juga yang ngakalinnya kaya Dalek, dia sampling-sampling tapi trus dimasukin synthe, segala macem, jadi  keluarnya udah kaya Fennesz suaranya, udah ambience. Trus sampling ulang, sampling nya juga yang aneh-aneh kaya My Bloody Valentine, Faust…

Lu sendiri kemaren pas album Illshurekshun (Homicide) sampling dari mana aja? Banyak.. Tantang Tirani kan kebaca pisan itu Godflesh pisan.  Megatukad juga horn section nya ngambil dari Curtis Mayfield. Dari RnB, Motown, sampe metal juga ada disitu. Gua nyample Rarth juga ada. Cuman ga akan ketauan sih. Ada yang ketauan pisan tapi ahh anjing da orang juga ga akan nge-sue masalah copyright gitu, aman-aman aja kalo Gua sih. Buat kita-kita mah ya hajar-hajar ajalah. Semua source nya banyaknya dari CD, kalo plat jarang. Gua ga parah soalnya koleksi platnya. CD langsung masuk CDJ, trus masuk sample .

Lirik-lirik di lagu Lo pernah menjadi masalah ga? Oh banyak.. Banyak orang jadi ga suka ama Gua trus posting-posting di website mana gituh, Cuma ya itu hak dia, biarin aja. Cuma kalo udah ngegganggu, kaya misalnya email-email gelap, sms, ato posting di website Gua, ya Gua Tanya lagi, ajak diskusi, debat. Soalnya di lirik tuh keliatannya kan kaya Gua ga suka sama seseorang. Ada beberapa nama yang kalau dijadikan metafora cocok untuk mendeskreditkan sesuatu, tapi bukan untuk mendeskreditkan seseorang, karena emang metafornya seperti itu. Kaya yang lirik Harry Roesli itu bukannya Gua ga respect sama Almarhum, tapi dipakai untuk analogi. Layala (anak Almarhum) juga ga ada masalah, Cuma orang-orang banyak yang liatnya gimana gituh.

Kalo soal name-dropping dan analogi di lirik emang dikonsep? Iya. Soalnya kalau mau menjelaskan sesuatu pakai kata-kata itu panjang, kalo pake analogi kan cepet. Kaya misalnya yang “Lupakan Columbus karena Bush dan Nike telah menemukan Amerika”, jadi yang mendeskripsikan Amerika sekarang udah bukan Columbus, tapi korporasi. Kaya yang name drop si Itang Yunaz juga bukan berarti ga suka, tapi analogi aja.Kaya yang sepanas lubang anus kalian disodomi oleh korporat tanpa pelumas atau dengan populasi MC yang lebih padat dari Cicadas kan kita sama-sama tahu Cicadas padat, jadi analogi-anlogi kaya gitu tuh membantu banget.

Icon yang paling berpengaruh dalam hidup kamu yang semasa hidupnya banyak dibenci orang? Tan Malaka. Pada jamannya, selama hidup dia gak disukai semua orang. Diburu sama semua orang dia komunis tapi ga suka sama komunis partai, apalagi yang non- komunis.  Sukarno juga sebenernya ga suka sama Tan Malaka. Dari sayap kanan, kiri, tengah ga ada yg suka, soalnya dia emang slonong boy, kumaha manehna weh (gimana dianya aja) tapi rock ‘n roll. Apalagi kalo Lu baca cerita-cerita unpublishednya yang terakhir di Tempo. Itu brutal pisan. Anjing, Che Guevara tuh gak ada apa-apanya! Apaan Che Cuma travel ke-3 negara ini berapa puluh Negara. Parah ni orang! Udah selayaknya dapet kredibilitas, emang hidupnya juga udah iconic . nyamar gituh, sampe orang ga ada yang tau mukanya kaya apa.

5 orang yang Lu paling ga suka siapa? Ya yang pasti mah kalo ditanya sekarang gua bakal jawab Aburizal Bakrie. Aing ngewa pisan ka jelma eta. Haha. Pokoknya untuk saat-saat ini mah beberapa elit nasional yang emang menyebalkan di TV. Tapi pada dasarnya Gua emang ga suka sama banyak orang, pada dasarnya yang nomer satu itu adalah Aburizal Bakrie. Kedua Megawati. Ada juga orang-orang yang bertanggung jawab atas banyak hal, tapi orangnya udah ga ada, kaya Suharto. Oh iya, Muchdi PR. Ga personal sih, Cuma secara politis. Kalo buat Gua band yang tai itu Cokelat. Dulu prasaan ga ngewa-ngewa (Nyebelin) amat gituh kok jadi absurd gitu nasionalismenya, biasa-biasa ajalah, kaya kebanyakan ikut paskibra. Kok nasionalisnya irasional gitu yah? Kalo kaya band-band pasca Peterpan mah gausah disebut lagi, orang-orang juga udah pada tau mereka jelek. Kaya ST12 gitu Tapi kasian juga band-band kaya gitu… Soalnya mereka emang  niatannya pengen jadi band jelek. Siapa yah… SYAIFUL JAMIL! Saking sebelnya jadi lucu hahaha.. Kalo cokelat mah ga LUCU anjist! Haha.. Kalo Syaiful Jamil mah lucu!

Rencana kedepan dengan “kendaraan” baru Lo, Trigger Mortis? Musiknya Trigger tuh beda ya, kalo Homicide sampling yang dominan, kalo Trigger pake instrument analog. Secara lirik juga beda sih. Bentar lagi kita mau karantina, buat album, tapi Cuma 6 lagu, kaya album-album jazz klasik kan isinya Cuma 6 lagu.

Last words..? Mmm.. Apa ya.. Tapi bener kok.. Bener kok Cokelat jelek! Hahaha!

[interview&words.aldy kusumah / photos.HOMICIDE / from ripple #65]